Skip to content

Dunia protes Israel

01/06/2010

Ribuan demonstrasi  turun ke jalan di Eropah dan Timur Tengah sebagai protes atas serbuan tentera laut  Israel terhadap armada bantuan kemanusiaan untuk Gaza yang mengorbankan sembilan aktivis.
Di  beberapa tempat, aksi demonstrasi itu diwarnai halangan polis. Di Palestin, beberapa orang cedera kerana terkena tembakan tentera Israel.
Di Athen  sekitar 3.500 demonstrasi  berkumpul di luar Kedutaan Israel. Mereka meneriakkan yel-yel “Jangan Ganggu Gaza” dan “Bebaskan Palestina”. Ratusan demonstrasi  berdepan  dengan polis ketika mereka melemparkan potongan marmer, batu, dan botol.
Polis menembakkan gas air mata untuk menyuraikan  mereka. “Demonstrasi  membentuk halangan api, polis lalu mengejar mereka. Ada banyak batu dan gas air mata dan beberapa orang terluka kepalanya,” kata seorang saksi kepada Reuters.
Saksi itu menambahkan, ia melihat empat orang luka-luka. Polis mengatakan, mereka menahan lima penunjuk perasaan.
Aksi tentera laut Israel di timur Laut Tengah itu juga telah menimbulkan protes dan kemarahan pemerintah Turki. Ribuan pengikut ulama anti-AS di Baghdad, Iraq, juga turun ke jalan.
Di Paris, polis terpaksa menggunakan gas pemedih mata ketika sekitar 2.000 orang tunjuk perasaan dekat Kedutaan Israel. Mereka melemparkan batu, melambaikan bendera Palestin dan Turki, serta mengibarkan sepanduk yang berbunyi “Hidup Palestin” dan “Israel Penjahat”.
Sekelompok kecil demonstrasi anti-Israel mengadakan tunjuk perasaan damai di Rom dan kota-kota di Itali lainnya. “Pemerintah Itali perlu segera memanggil kembali duta besarnya dari Israel sebagaimana negara-negara Eropah lainnya melakukannya,” kata Paolo Cento, seorang ahli politik sayap kiri yang berada di antara penujuk perasaan.
“Ini sangat serius dan tidak memiliki preseden apa pun dalam sejarah diplomasi antarabangsa.”
Polisi Sweden mengatakan, lebih dari 5.000 penunjuk perasaan berbaris dari sebuah laluan di Stockholm menuju Kedutaan Israel. Mereka membawa sepanduk dan meneriakkan slogan-slogan. Mereka berteriak “boikot Israel” serta membawa  sepanduk bertulis “Bebaskan Gaza”, “Seret Israel ke Pengadilan”, “Bawa Israel ke Den Haag (lokasi mahkamah antarabangsa)”, dan “Gaza Berdarah”.
Negara-negara Arab menyebut serbuan Israel terhadap kapal bantuan tujuan Gaza sebagai “kejahatan” dan “terorisme negara”. Dunia Arab juga menyeru agar PBB menuntut pertanggungjawaban negara Yahudi itu atas serbuan terhadap konvoi kapal misi flottilla ke Gaza.
“Kami mengutuk kejahatan ini yang dilakukan terhadap misi kemanusiaan dan orang-orangnya. Mereka ingin menolong sesama manusia, mereka bukan misi tentera. Semua pihak perlumengutuk hal ini,” kata ketua Liga Arab Amr Mussa kepada AFP.
Mussa mengatakan, aksi Israel itu mengakibatkan “segala-galanya” menjadi “di awang-awang”, termasuk pembincangan yang baru saja dimulai sejak 9 Mei antara Israel dan Palestin.
“Ini menunjukkan bahwa Israel tidak menginginkan perdamaian, Israel belum siap menuju perdamaian,” kata Mussa di  Forum Ekonomi Dunia di Doha.
“Mengakhiri pengepungan (Gaza) harus menjadi bahagian dari usaha membangun rasa saling percaya dan menjadi bahagian dari persiapan menuju babak perundingan yang berhasil,” kata Mussa.
Dewan Liga Arab pada hari ini akan melakukan pertemuan untuk membicarakan tindakan Israel tersebut. “Kami semua sangat marah. hari ini (saat pertemuan Liga Arab), akan ada sikap kolektif.”
Presiden Mesir Hosni Mubarak menyebut penyerbuan itu sebagai penggunaan “kekuatan secara berlebihan dan tidak dapat dibenarkan” dan Duta besar Israel dipanggil menteri luar negeri Mesir mengenai masalah tersebut.
Jordan, yang juga mempunyai pernjanjian perdamaian dengan Israel, mengirim nota protes terhadap perwakilan Israel. Menteri Penerangan Jordan, Nabil Sharif, menyebut aksi itu “kejahatan yang sangat keji.”
Sementara itu, seperti dilaporkan SANA, di Damascus, Presiden Syria Bashar al-Assad dan Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri menyebut aksi itu “kejahatan yang sangat keji” menyebut tindakan Israel “menciptakan ancaman perang di Timur Tengah yang akibatnya tidak hanya di wilayah ini.”
Majlis Kerjasama Teluk (GCC) dalam kenyataannya menyebut bahwa tindakan itu adalah “terorisme negara” dan Sekjen GCC Abdul Rahman al-Attiya meminta dunia internasional untuk “memburu orang-orang Israel yang ada di balik kejahatan ini, sehingga mereka boleh diseret ke Mahkamah Jenayah Internasional.”
Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa al-Thani mengutuk tindakan Israel dan menyebutnya sebagai “tindakan kejahatan”.
Kuwait, yang 16 warganya ada di atas kapal tersebut, meminta anggota tetap majlis keselamatan Pertubuhan Bangsa-bangsa Bersatu({PBB)  menekan Israel demi memastikan bahawa warganya selamat.
Emirayah  Arab Bersatu (UAE) menyebut tindakan  Israel “agresi kaum barbar” sedangkan perdana Menteri Bahrain Sheikh Khalifa bin Salman al-Khalifa menyatakan serbuan Israel “tindakan  keji kaum barbar”
Di Kuala Lumpur tunjuk perasaan membantah kekejaman Israel diadakan di depan kedutaan Amerika Syarikat di Jalan Tun Razak yang dihadiri oleh orang ramai dari pelbagai pihak.
Berhimpun di luar Kedutaan Amerika Syarikat, kira-kira 500 NGO Melayu membakar gambar Presiden Israel, Benjamin Netanyahu sebelum menyerahkan memorandum kepada perwakilan kedutaan itu.
Tunjuk perasaan sama diadakan oleh Pemuda Barisan Nasiional (BN) di Jalan Dungun, Damansara yang dihadiri kira-kira 50 orang.
Enam belas rakyat Malaysia dilaporkan turut serta dalam konvoi tersebut. Sehingga kini nasib mereka belum diketahui.
* Noorazman Mohd Samsuddin, HaluanPalestin
* Dr Mohd Arbai’e Syawal, Haluanalestin
* Dr Syed Muhammad Haleem Syed Hasan al-Haddad, HaluanPalestin
* Al-Hami Husain Suhaimi, HaluanPalestin
* Mohd Nizam Mohd Awang, HaluanPalestin
* Hasanuddin Mohd Yunus, Aqsa Syarif
* Jamuliddin Elias, Yayasan Amal
* Dr Selamat Aliman, Jemaah Islah Malaysia (JIM)
* Abdul Halim Mohd Redzuan, Muslim Care
* Mustafa Mansur, Mapim
* Ashwad Ismail, wartawan Astro
* Shamsul Kamal Latif, jurukamera Astro

From → Uncategorized

Comments are closed.

%d bloggers like this: