Skip to content

Thaksin dijatuhi dakwaan terorisme

26/05/2010
Mahkamah Thailand, Selasa lalu menyetujui perintah penangkapan atas mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra dengan tuduhan terorisme berhubung tunjuk perasaan jalanan baru-baru ini.“Mahkamah menyetujui permintaan untuk mengeluarkan perintah penangkapan terhadap Thaksin,” kata Naras Savestanan, wakil ketua Bagian Penyelidikan Khusus (DSI), yang mengajukan permohonan tersebut.

“Mahkamah menemukan cukup bukti, sehingga mengeluarkan perintah penangkapan,”kata Naras kepada wartawan selepas sidang itu.

Thaksin pada awal Mei meminta pendukungnya mengupayakan “rujuk” setelah pemerintah menawarkan penyelenggaraan pemilihan umum pada November untuk mengakhiri kemelut politik itu.

“Rujuk itu baik untuk semua orang,” katanya dalam pernyataan lewat teleponnya pada pertemuan parti lawan Puea Thai.

“Hari ini jangan berfikir tentang masa lalu, tapi melihatlah ke masa depan. Dengan begitu rujuk bangsa terjadi,” kata mantan pemimpin Thailand itu, yang kini hidup dalam buangan.

Thaksin membebaskan kelompok Baju Merah, yang selama ini menyokongnya, memutuskan menerima atau menolak tawaran Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva tentang pemilihan umum 14 November itu.

Penunjuk perasaan itu sebelumnya menyatakan sungguh-sungguh mempertimbangkan tawaran tersebut, tapi kemudian menolaknya.

Thaksin digulingkan dari jawatan perdana menteri (2001-2006) dalam kudeta tentera tidak berdarah. Sejak itu, dia tinggal dalam buangan untuk menghindari hukuman penjara dalam perkara korupsi.

Banyak penentang pemerintah, yang tunjuk perasaan di Bangkok sejak tengah Mac, mengupayakan hartawan telekomunikasi menjadi politik itu kembali berkuasa dengan memuji kebijakan merakyatnya.

Mantan perdana menteri yang menjadi buruan itu dilaporkan menyewa pejabat pengacara dunia untuk membantu gerakan menentang pemerintah menyelenggarakan penunjuk perasaan di Bangkok.

Amsterdam & Peroff, yang berpejabat di Toronto, London, dan Washington, menyatakan dipilih Thaksin untuk membantu perjuangan memulihkan demokrasi dan penegakan hukum di Thailand.

“Kami diminta mantan perdana menteri Shinawatra mengatasi masalah penting itu dan kami akui, adalah tentangan rumit dan peka untuk mengurai kemelut politik rakyat Thailand,” kata Robert Amsterdam, pemimpin pejabat hukum tersebut.

Di Podgornica, Montenegro, pada ahir April, Thaksin menyatakan keterkaitannya dengan penunjuk perasaan Baju Merah di Thailand.

“Ya, kami berbicara. Kami hanya berjuang demi demokrasi. Biarkan mereka berjuang demi demokrasi dan keadilan. Itu saja,” kata Thaksin kepada wartawan.

Baju Merah menuduh pemerintah tidak demokratik, kerana berkuasa pada 2008 setelah Mahkamah Perlembagaan menggulingkan sekutu Thaksin.

Mantan perdana menteri Thailand pemegang pasport republik Adriatik itu tiba di Montenegro untuk melakukan pembicaraan tentang penanaman modal di negara tersebut.

Kunjungan Thaksin ke Montenegro merupakan kali kedua pada tahun ini. Kunjungan pertamanya berlangsung pada 13 Mac, saat dia tiba dengan pesawat peribadi ke Trivat, kota pesisir Montenegro, dari Dubai.

Pejabat Montenegro belum pernah menjelaskan tentang cara Thaksin memperoleh kewarganegaraan republik bekas Yugoslavia itu. (Ant/AFP)

From → Dunia

Comments are closed.

%d bloggers like this: