Skip to content

Dunia kecam kekerasan di Bangkok

20/05/2010
Dunia mengutuk kekerasan yang terjadi di Bangkok, Thailand, dan menyerukan kepada pihak-pihak yang terlibat untuk melakukan perdamaian.

Amerika Syarikat memimpin dunia dalam mengutuk kerusuhan yang terjadi, Rabu yang membunuh sekurang-kurangnya enam orang. Sementara PBB menyerukan adanya usaha baru untuk mengakhiri kekerasan tersebut.

Penyokong baju merah yang anti pemerintah membakar bangunan di Bangkok, termasuk bursa saham, dalam aksi kekerasan yang mendorong pemerintah untuk menyatakan darurat di sekitar sepertiga wilayah negara itu.

Washington melalui jurucakap Kementerian Luar Negeri, Gordon Duguid, mengatakan, pihaknya sangat prihatin bahawa penyokong baju merah telah terlibat dalam aksi pembakaran, menyerang infrastruktur elektrik dan pejabat media serta wartawan.

“Kami mengutuk perilaku semacam itu dan menyerukan kepada pemimpin mereka serta pembangkang untuk mengendalikan para pendukungnya demi menghentikan tindakan seperti itu,” lapor Kompas.Kom.

Setiausaha agung PBB Ban Ki-moon juga menyatakan keprihatinan atas peningkatan kekerasan dan menuntut upaya untuk mengakhiri krisis tersebut secara damai.

“Dia terus mendesak adanya langkah yang harus diambil oleh pemerintah Thailand dan penunjuk perasaan untuk menghindari kekerasan lebih lanjut dan hilangnya nyawa serta untuk mengatasi masalah secara damai,” kata juru bicara PBB, Martin Nesirky.

Brazil juga menyatakan sokongan dengan bangsa Thailand dan berharap situasi cepat kembali normal. Menteri Luar Negeri Denmark Lene Espersen mengatakan, ia sangat cemas dengan situasi di Thailand dan mendesak semua pihak, pemerintah dan para penunjuk perasaan, untuk menahan diri dalam situasi yang sangat tegang itu.

Denmark seperti sejumlah negara lain telah menutup kedutaan besarnya di Bangkok sejak minggu dan para stafnya telah dipindahkan ke hotel di luar zon bahaya.

From → Dunia

Comments are closed.

%d bloggers like this: