Skip to content

Warga Malaysia ditahan kerana didakwa seludup manusia

13/05/2010

Seorang warga Malaysia bernama Rahma binti Buang (42) ditangkap Polis Pidie Acheh atas dakwaan terlibat kes perdagangan manusia (trafficking). Penangkapan itu bermula dari laporan seorang gadis asal Pidie, Nuraini binti Ishak (21) yang sempat dikurung selama tujuh bulan di Malaysia.

Menurut polis, Rahma  tercatat sebagai warga Kampong Batu Chaves, Selangor. Dia ditangkap ketika mencari mangsa di Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Pidie, Jumaat lalu. Kini tertuduh meringkuk di tahanan Mapolres Pidie.

Ketua polis Pidie, AKBP Dumadi SStMK didampingi Kasat Reskrim, AKP Erlin Tangjaya SH SIK, mengatakan, penangkapan bermula laporan seorang mangsa  bernama Nuraini binti Ishaq, warga Gampong Pucok, Kecamatan Geumpang, Pidie yang selamat  setelah dikurung agen penampungan selama tujuh bulan di Malaysia. Mangsa melaporkan kes itu ke pihak berwajib.

Berdasarkan dari laporan itu,  Polres Pidie langsung melakukan pengembangan. Akhirnya ternyata  pelaku masih menjalankan perekrutan tenaga kerja warga Aceh dan langsung ditangkap ketika melakukan transaksi dengan calon mangsanya di Beureunuen, Kecamatan Mutiara.

Menurut Kasat Reskrim Polres Pidie, tertuduh menceritakan mangsa dengan pekerjaan dan gaji besar ke Negeri Sembilan. Beliau sendiri mendapat bayaran sebesar RM 400-RM 500 dari agen penampung untuk setiap satu orang yang berhasil dibawa  ke Malaysia.

Sedangkan biaya pengurusan pasport ditanggung oleh tertuduh. “Ternyata, sejumlah warga yang dibawa tidak bekerja  melainkan diserahkan pada agen-agen penampung,” kata AKP Erlin.

Seperti pengakuan Nuraini, dia dikurung selama tujuh bulan oleh agen penampung. Merasa dirinya masuk perangkap, akhirnya Nuraini mengatakan orang tuanya di kampung meninggal. Dengan alasan itu Nuraini berhasil lolos dan kembali ke Pidie melaporkan kes itu ke polis.

Kapolres Pidie menjelaskan, tertuduh akan didakwa  dengan ketentuan Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Manusia (trafficking) dengan penjara minima lima tahun.

Tiga masih dikurung


Setelah terungkapnya kes yang dialami Nuraini binti Ishak, pihak polis mendapatkan laporan terbaru yang menyebutkan masih ada tiga warga Aceh lainnya yang dikurung oleh agen penampungan di Malaysia.

Salah satu warga yang masih dikurung itu adalah Mursyidah (18), warga Blang, Kecamatan Manee, Pidie. Laporan masih dikurungnya Mursyidah disampaikan ibu kandung mangsa bernama Syarifah binti Ali (48).

Selain Mursyidah, masih ada dua orang lagi yang dilaporkan masih dikurung, iaitu Rohaya (35) dan Maria (35), keduanya warga Lubuk Pasir, Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang.

From → Uncategorized

Comments are closed.

%d bloggers like this: