Skip to content

Benigno Jr dijangka menang jawatan presiden Filipina

04/05/2010

Benigno ‘Noy- noy’ Aquino yang kerap dikritik sebagai ahli politik tanpa karisma, berhasil memanfaatkan warisan yang kuat dari populariti orangtuanya, untuk berdiri di ambang kemenangan dalam pemilihan presiden Filipina, 10 Mei depan.
Lelaki bujang berusia 50 tahun, putera tunggal dari lima anak pahlawan demokrasi Filipina, Corazon Aquino, dan ayahnya Benigno Aquino senior itu, terus memimpin berdasarkan pendapat berbanding persaingnya.
Keunggulannya hingga seminggu sebelum pemilihan, membuat banyak pihak yakin dia telah berada di ambang kemenangan.

Populariti ibunya yang berhasil mengakhiri kediktatoran Presiden Ferdinand Marcos. Kematian Corazon karena kanser tahun lalu, menjadi loncatan karier politik Benigno. Hal itu juga diakui Benigno, yang mengatakan tidak boleh meraih apa yang dicapainya sekarang, tanpa kedua orang tuanya.

Benigno mendapat pendidikan di sebuah universitas Katolik Roma yang eksklusif, kemudian bekerja untuk ibunya setelah lulus. Dia menjadi sukarelawan bagi masyarakat miskin. Sebelum kematian ibunya, dia dikenal sebagai saudara dari penya,pai dialog televisyen Kris Aquino.
Minggu ini, kempen pemilihan presiden Filipina memasuki tahap akhir. Tinjauan menunjukkan Benigno akan meraih kemenangan besar, tetapi ketegangan tetap tinggi dengan kekhuatiran kecurangan dan kekerasan.
Benigno manfaatkan warisan orang tuanya sebagai pahlawan demokrasi, dengan janji kampanye memerangi rasuah. Langkahnya dinilai efektif, dengan keadaan masyarakat Filipina yang berdepan dengan berbagai kes rasuah selama sembilan tahun pemerintahan Presiden Gloria Arroyo.
Apalagi ditambah dengan reputasi sebagai pemimpin bersih, yang berhasil dipertahankan ibunya selama enam tahun menjadi presiden.
“Rakyat menginginkan seseorang yang boleh dipercaya, untuk membersihkan kekacauan yang ditinggalkan oleh Arroyo,” kata analisis politik dan pengarah eksekutif dari Institut untuk Politik dan Reformasi Pilihanraya, Ramon Casiple.
Walaub hanya seminggu , demokrasi di Asia boleh menyediakan kejutan apapun, terutama dengan ancaman kecurangan dalam pungutan suara.

Kecurangan
Mantan presiden, dan pelakon filem Joseph Estrada mendakwa mampu mengembalikan Filipina sebagai negara politik terbesar, setelah digulingkan dari kerusi presiden tahun 2001 kerana tuduhan rasuah. Hasil jejak pendapat oleh Asia Pulse, posisi Estrada naik 20 peratus sehingga menempatkan dirinya di posisi kedua bersama konglomerat bisnis Manuel Villar (60).
Sementara Benigno memperoleh 39 peratus. . Calon lain yang ikut bersaing dalam pilihanraya presiden ini adalah mantan presiden Gloria Arroyo (63), dan si kolektor jutaan pasang kasut isteri mantan presiden Ferdinand Marcos, Imelda Marcos (80). “Mereka (para saingannya) akan mendapatkan kejutan,” kata Estrada (73) selepas tinjauan oleh Asia Pulse.

Salah satu ketakutan dalam piihanraya Filipina adalah sistem pungutan suara otomatik yang pertama kali digunakan pada kesalahan teknik, yang dipercayai adanya kecurangan. Sekitar 50 juta orang berhak memberikan suara mereka di lebih dari 50.000 tempat pungutan suara.

Benigno mengatakan kecurangan, bukan tantangan sah dari para saingannya, adalah ujian terbesar untuk meraih kemenangan. Pilihanraya Filipina secara tradisi dicemari dengan kekerasan termasuk dalam kempen. Informasi ketua polis Negara Jesus Verzosa, 33 orang meninggal, dan 31 lagi tercedera dalam kekerasan politik selama tiga minggu kempen.
[AFP/C-5]

From → Umum

Comments are closed.

%d bloggers like this: