Skip to content

Penganiayaan TKW Indonesia semakin berleluasa di Arab Saudi

10/05/2010

Para diplomat Indonesia di Arab Saudi resah karena semakin banyak kes penganiayaan terhadap para tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia. Salah satu misi diplomatik sekarang adalah menyelesaikan kes 56 bayi yang dilahirkan para TKW di luar pernikahan alias anak haram, yang sebahagian besar berada di safe house (penampungan) atau di berbagai penjara di Saudi.

“Sebagian besar TKW yang melahirkan anak di Arab Saudi diperkosa oleh majikan-majikan Arab mereka atau sesama pekerja migran dari negara Asia lain,” ujar Hendrar Pramudya, dari KBRI di Riyadh, kepada Arab News, minggu lalu.
Menurutnya, sejumlah besar kejahatan seksual yang dialami para TKW Indonesia telah dilaporkan sepanjang tahun 2009 dan 2010. “Sepanjang 2009 sebanyak 159 bayi dilahirkan TKW Indonesia di Arab Saudi merupakan hasil perkosaan oleh sesama pekerja migran atau hubungan suka sama suka,” tutur Pramudyo.

Dia menyatakan keprihatinannya karena ada tren peningkatan jumlah pelecehan seksual yang dilaporkan, dan jumlah bayi yang dilahirkan di luar pernikahan resmi. Pramudyo menyatakan, kebanyakan para pemerkosa tidak mendapat hukuman dengan alasan kurangnya bukti.

Dia mengimbau pihak berkuasa kedua negara untuk bekerja sama dalam melindungi hak-hak para pekerja domestik, khususnya pembantu rumah tangga (PRT). Pramudyo membenarkan bahawa di Jakarta sudah didirikan tempat penampungan bayi-bayi TKW yang kembali ke Tanah Air.

Sedangkan sebuah organisasi sosial di Indonesia juga menyoroti masalah itu. “Secara tradisional, seks merupakan hal biasa. Sehingga banyak TKW yang bekerja di rumah tangga tidak mempedulikan risiko kesehatan dan sosial dalam seks,” demikian laporan organisasi tersebut.

Lembaga ini menambah, banyak TKW gagal menghindari kehamilan tidak diinginkan setelah mereka diperkosa.
Di Arab Saudi, banyak TKW yang tidak memiliki pilihan untuk menggugurkan kandungan. Dalam banyak kes, TKW yang hamil bahkan ditangkap polis dan dipenjara. Tidak jarang mereka dihantar pulang sebelum bayi dilahirkan, meskipun identiti pelaku perkosaan atau bapak si bayi diketahui.

Dalam kes yang terjadi, belum lama ini, sebuah uji DNA dilakukan untuk membuktikan bahawa bayi seorang PRT asal Indonesia merupakan anak seorang  lelaki Arab Saudi yang memperkosanya. Menurut PRT berusia 25 tahun itu, dia diperkosa anak majikannya, yang ketika itu berumur 17 tahun, pada tahun 2007.

Keluarga remaja tersebut dan Biro Investigasi dan Penuntutan (BIP) di Riyadh menolak tuduhan perempuan malang itu. Namun kes ini dibuka kembali setelah pengadilan setuju mendengar kesnya. Laporan organisasi yang sama menyebut bahwa puluhan anak ditinggalkan oleh para pekerja migran di rumah-rumah penampungan di Jakarta dan sekitarnya setelah mereka pulang ke Indonesia.narabnews/kis

From → Dunia

Comments are closed.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: